
Terkadang jengkel melihat dan mendengar orang yang sok pintar, sok tahu, sok ahli, atau sok yang paling hebat dikehidupan sehari-hari. Akan tetapi lain lagi ceritanya kalau niatnya bercanda, sekedar ngobrol supaya mengundang tawa, maka itu bisa dimaklumi bersama-sama. Lebih baik jujur bicara apa adanya jika tidak tahu atau tidak mengerti, daripada terlihat bodoh dimata orang lain yang ternyata lebih pintar, namun lebih memilih diam. Perilaku semacam ini pada umumnya muncul karena ingin mendapatkan sebuah pengakuan jika dia ternyata cerdas, dan layak diperhitungkan. Orang-orang semacam ini jumlahnya tidak hanya 1 atau 2 orang, melain ada begitu banyak yang bisa kita temui didalam kehidupan sehari-hari.
Dia bukan ilmuwan, tapi kalau berbicara seolah dirinya seorang ilmuwan. Dia bukan fisikawan, tapi kalau berargumen dengan cara-cara fisikawan. Dia bukan politikus, tapi kalau berpikir dan berpendapat seolah dia lebih cerdas daripada politikus. Dia bukan negarawan, tapi kalau berbicara seolah lebih tahu bagaimana seharusnya seorang negarawan. Dia bukan pengusaha besar, tapi kalau berbicara seolah perekonomian dunia sudah dia ketahui seluk beluknya. Dia bukan sejarahwan, tapi kalau berbicara sejarah seolah dia sudah membaca semuanya. Dia bukan sumber pengetahuan, tapi lagaknya mirip Wikipedia, hehe.
Menurut pendapat saya, orang-orang semacam ini masih tergolong labil (biarpun usianya sudah kepala 3), mirip seperti anak SD, SMP ataupun SMA. Dan orang-orang semacam ini pada umumnya mempunyai dua penyakit akut yang sangat sulit untuk disembuhkan, yaitu sombong, dan tidak mau terlihat bodoh.