March 25, 2013

Design Every Detail

Hari ini aku membuka dua kemasan smartphone dari dua brand besar di dunia, ada hal yang cukup menarik ketika aku melihat setiap detailnya. Kemudian aku membandingkan dengan packaging USB Modem WiFi dari salah satu brand lokal, dan boleh dibilang jika terdapat sejumlah perbedaan yang cukup besar. Aku pikir tidak ada salahnya sedikit menulis tentang hal itu.

Mencari Alasan

Pernah aku terlibat obrolan ringan dengan salah seorang owner dari suatu perusahaan. Yah, pada dasarnya mereka tidak terlalu menganggap penting tentang peranan desain untuk sejumlah merek yang mereka kelola tersebut. Alasan mereka boleh dibilang cukup sederhana, yaitu “Jangan samakan kami dengan mereka! –Successful brands”.

Kemudian aku meminta ijin kepada sang owner untuk melihat bagaimana cara mereka mengemas setiap produk yang mereka jual, dan bagaimana cara mereka memasarkan produk tersebut secara visual. Kesimpulannya, sangat sulit untuk dicari apa yang membuat saya tertarik untuk membelinya, jika saya memposisikan diri sebagai calon pembeli. Padahal, boleh dibilang produk yang mereka jual tersebut saya butuhkan, hanya saja tidak menggugah selera, hehehe.

Setelah saya mendengarkan apa yang mereka bicarakan, dan apa yang mereka impikan, pada intinya mereka ingin seperti mereka –Successful brands. Masalahnya adalah, mereka terkesan tidak berupaya untuk menjadi sebuah brand yang jauh lebih baik. Sangat membingungkan!

Sejujurnya, jika saya posisikan brand tersebut sebagai seorang manusia, maka boleh dibilang sangat jauh untuk dibilang profesional, dan bahkan justru terkesan cukup amatir. Lantas, bagaimana mereka bisa bersaing dengan para kompetitor yang sadar desain? Sebaiknya mereka pikirkan hal itu.

Designing Every Detail

Pada tahun 2012, sebulan setelah Sony Xperia Go diluncurkan, aku cukup tertarik untuk memilikinya, dengan dua alasan, yaitu anti air dan sedikit tahan banting, hehehe. Dan itu adalah beberapa nilai lebih dari produk tersebut.

Sesampainya dirumah, aku bongkar kemasan smartphone tersebut. Aku perhatikan setiap detail, membaca buku manualnya, cara mereka mengemas headset, kabel, dll. Yah, mereka mendesain hingga detail yang terakhir. Kemudian aku bandingkan dengan kemasan iPod Touch yang aku beli beberapa tahun yang lalu. Mereka mengemas seminimal mungkin, sangat aman, clear, dan aku suka hal itu. Sebelum saya mencoba produknya, seolah saya sudah mendapatkan new experience.

Jika design is how it works, maka saya tidak merasa kesusahan ketika membuka kemasan luar dan dalam, memahami dengan sangat baik tentang penjelasan di buku manual, mengetahui spesifikasi teknis, merasakan estetika disetiap obyek yang aku lihat dan sentuh, dll.

Design every detail, and make it work!

Bahkan lebih dari itu, jika design is how it works, maka saya tidak akan merasa kebingungan ketika menggunakan atau mengoperasikan produk tersebut, meskipun baru membaca beberapa lembar petunjuk manual. Kenyamanan saat digenggam, lokasi setiap tombol yang mudah dijangkau, kemudahan didalam membuka setiap pelindung, dll, akan menciptakan sebuah kesan bagi setiap penggunanya, baik atau buruk, nyaman atau tidak, susah atau mudah.

Lebih detail lagi, jika design is how it works, maka saya tidak akan merasa kesulitan untuk memahami user interface dari perangkat tersebut, dari halaman satu kehalaman lainnya, desain user interface yang cantik dan konsisten, sensitifitas layar sentuh, kemudahan ketika mengetik, tingkat kecerahan layar, hingga setiap detail lainnya.

Jauh lebih detail lagi, jika design is how it works, maka dari setiap iklan, logo, video, flyer hingga foto yang saya lihat, akan menimbulkan keinginan segera memilikinya. Bahkan, meskipun harganya cukup mahal, dan tidak mungkin bagi saya untuk membelinya pada saat itu juga, maka saya akan menabung demi mendapatkan sesuatu yang sangat saya inginkan tersebut.

Design every detail, and make it work (well/better)!

— Vordava’s co-founder, communications practitioner, who started his profession since 2008. He loves blogging since 2005, reading and collecting books –as a hobby– since 2003, began exploring about visual communications since 2006, and deepen understanding about the new wave of marketing since 2010. Read more ...

Leave a Good Comment